10 Cara Merawat Gigi Sehari-hari untuk Anak dan Dewasa

Semua orang tentunya ingin memiliki senyuman seindah mutiara, beraroma segar, dengan gigi dan gusi yang sehat. Apakah kamu salah satunya? Jika iya, luangkan waktu untuk membaca artikel tentang cara merawat gigi yang baik dan benar berikut ini agar dapat memiliki gigi yang sehat dan terawat.

Kita sudah sering mendengar anjuran untuk rutin mengunjungi dokter gigi minimal dua kali setahun. Tujuannya tentu saja agar gigi kita selalu dipantau, dibersihkan, dan ditangani sesuai masalah yang ditemukan agar kerusakan tak berlanjut. Namun, jangan salah mengartikan bahwa perawatan gigi hanya dengan menemui dokter gigi tiap 6 bulan saja ya, karena perawatan gigi yang paling penting harus dilakukan sendiri di rumah setiap harinya.

10 Cara Merawat Gigi Sehari-hari untuk Anak dan Dewasa

Perawatan gigi sehari-hari seperti menyikat gigi dua kali sehari mungkin sudah jadi kebiasaan rutin. Namun, tahukah Kamu ada beberapa perawatan sederhana untuk gigi lainnya yang bisa menunjang kesehatan dan kecerahan gigi. Apa sajakah itu? berikut penjelasan lengkapnya.

Artikel Terbaru Untuk Anda

Cara Merawat Gigi Sehari-Hari

Untuk membantu mewujudkan impian memiliki gigi yang indah, kami telah menyiapkan sepuluh cara merawat gigi yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:

1) Pilih Sikat Gigi yang Tepat

Memilih sikat gigi yang tepat dan sesuai anjuran dokter itu seperti apa sih? Sikat gigi yang tepat adalah sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang lembut, dengan kepala yang cukup kecil agar bisa digerakkan dengan nyaman di sekitar mulut serta gagang yang mudah digenggam. Jika kamu memiliki masalah saat memegang sikat biasa (karena radang sendi, misalnya), pilihlah sikat gigi berkualitas baik.

Jangan lupa ganti sikat gigi tiga bulan sekali atau ketika bulu sikat mulai bengkok atau tidak layak pakai. Tanyakan dokter gigi bagaimana menggunakan sikat gigi yang benar, sehingga kamu tahu cara menggunakannya secara efektif untuk menghilangkan plak ataupun bakteri jahat pada gigi.

2) Jangan Berlebihan dalam Menyikat Gigi

Sebagian orang berfikir menyikat gigi dua atau tiga kali sehari bahkan lebih dari itu adalah cara yang benar dalam merawat gigi. Anggapan seperti ini salah besar! Faktanya, menyikat gigi terlalu sering atau terlalu kuat dapat menyebabkan resesi gusi, dan merusak permukaan akar gigi.

*) resesi gusi berarti gusi yang melorot sehingga akar gigi terlihat atau terpapar dengan dunia luar.

Akar gigi yang terekspos akan rentan rusak dan cukup sensitif serta berisiko lebih besar mengalami pembusukan. Mengapa demikian? Karena permukaan akar gigi tidak dilapisi oleh enamel super keras seperti yang melindungi mahkota gigi.

Jadi harus bagaimana?

Saat menyikat gigi, tidak perlu banyak menggerakkan sikat terlalu kuat apalagi dengan arah menyilang alias tidak searah dengan gigi. Sikatlah gigi dengan lembut dan perlahan dengan arah yang benar.

3) Bersihkan Gigi Dengan Teknik Flossing 

Flossing adalah membersihkan sela-sela gigi dengan benang khusus. Dengan kata kata lain, perawatan gigi ini bertujuan untuk menghilangkan plak di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh bulu sikat gigi, misalnya di sela-sela gigi.

Cara merawat gigi seperti ini penting dilakukan, karena walau bagaimana pun, plak yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi. Terlebih lagi, ada fakta yang menyebutkan bahwa menyikat gigi hanya dapat membersihkan gigi sebanyak 50 persen saja.

Jika kamu ingin tahu cara menggunakan teknik flossing yang benar, sebaiknya tanyakan saja ke dokter gigi.

4) Hindari Makanan yang Mengandung Gula

Menurut National Institutes of Health, kerusakan gigi adalah penyakit kronis yang paling umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Konsumsi makanan manis adalah penyumbang utama masalah ini.

Gula atau karbohidrat yang tertinggal di gigi akan diurai oleh bakteri di mulut, yang kemudian dihasilkan zat asam yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, gigi keropos, atau berlubang. Ini juga yang menjadi alasan kenapa saat kamu bangun tidur mulut terasa asam jika sebelumnya tidak gosok gigi.

Semakin sedikit gula yang dikonsumsi, maka kesehatan gigi akan semakin baik.

Baca juga: Penyebab Gigi Keropos

5) Gunakan Lidahmu untuk Cek Kebersihan Gigi

Setelah menyikat gigi, kamu dapat mengetahui apakah gigi sudah benar-benar bersih dengan memeriksanya menggunakan “disclosing tablets“. Tablet ini digunakan dengan cara mengunyah dan meratakannya pada gigi. Pewarna mencolok yang terkandung di dalamnya akan menunjukkan area plak pada gigi yang masih tersisa.

Kamu juga bisa mencoba metode sederhana lainnya, yaitu menggunakan lidah untuk menyusur ke seluruh permukaan gigi. Jika gigi terasa licin atau halus, maka kemungkinan plak atau kotoran sudah benar-benar hilang. Namun, jika masih merasakan permukaan gigi yang kasar, maka itu kemungkinan adalah plak gigi yang harus dibersihkan ulang.

6) Hindari Kebiasaan Buruk yang Merusak Gigi

Cara merawat gigi lainnya adalah dengan merubah kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi. Beberapa kebiasaan buruk di antaranya sudah banyak diketahui seperti merokok, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, dan menggigiti pensil atau kuku. Semua kebiasaan tersebut memiliki efek negatif bagi kesehatan mulut.

Kebiasaan buruk lainnya misalnya, menindik lidah, dimana logam yang terpasang dapat merusak gigi akibat benturan yang mungkin terjadi. Kebiasaan menggertakan gigi juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, sendi dan otot rahang, terutama saat tidur ketika kamu tidak menyadarinya. Dan bermain olahraga tanpa pelindung mulut juga bisa jadi penyebab cedera pada gigi. Mintalah saran dokter gigi untuk menghilangkan kebiasaan yang berbahaya bagi kesehatan mulut.

7) Gunakan Pasta Gigi Berfluoride

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa fluorida tidak hanya efektif dalam mencegah gigi berlubang tetapi juga dapat memperbaiki enamel gigi. Fluoride adalah unsur alami yang sangat aman bila digunakan sesuai petunjuk.

American Dental Association merekomendasikan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride pada sikat gigi untuk bayi dan balita berumur kurang dari 3 tahun. Anak-anak usia 3-6 tahun setidaknya menggunakan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong setiap kali menyikat gigi.

8) Jangan Segera Menyikat Gigi Setelah Minum Minuman Asam

Asam “melunakkan” enamel keras yang menutupi gigi dengan melarutkan lapisan luarnya. Itulah mengapa saat minum minuman bersoda gigi akan terasa lebih segar, begitulah asam bekerja dengan cepat.

Asam dalam soda, minuman isotonik dan jus menghilangkan kalsium dari enamel gigi dengan proses yang disebut demineralisasi. Tapi air liur, yang kaya akan mineral, memiliki kemampuan mengembalikan mineral yang hilang (remineralisasi) di permukaan enamel yang terkena asam.

Namun, proses ini bisa memakan waktu 30-60 menit. Oleh karena itu, jangan segera menyikat gigi setelah minum minuman asam. Menyikat gigi tepat setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam dapat memiliki efek negatif bagi gigi sehingga menyebabkan erosi email yang signifikan.

9) Minum Air Cukup

Menjaga kelembaban mulut merupakan salah satu cara menjaga gigi dan mulut tetap sehat. Karena mulut kering dapat meningkatkan plak dan risiko kerusakan gigi dan jaringan periodontal (penyokong gigi). Perlu kita waspadai kebiasaan merokok, minum alkohol, kafein dan beberapa obat bisa menyebabkan mulut kering.

Jika, seseorang tidak bisa terlepas dari mengonsumsi obat, maka solusinya adalah dengan banyak minum air. Tidak hanya air putih, jus buah dan lainnya dapat Anda gunakan, asalkan tidak banyak mengandung gula ataupun zat asam.

Dengan cukup minum, akan membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dan ini tentu baik bagi kesehatan. Khususnya di mulut, air dapat membuat lapisan mukosa menjadi lebih lembab, hal ini juga akan menjaga produksi air liur. Air liur tidak hanya melawan asam, seperti yang disebutkan di atas, tetapi juga membantu pencernaan, membantu memerangi kuman, dan bahkan memiliki peran dalam melindungi gigi dari pembusukan.

Baca Juga: Bahaya Akibat Kurang Minum Air Putih

10) Konsultasi Masalah Kesehatan Gigi

Sering kali, perubahan pada gigi dan mulut tidak berbahaya, namun beberapa hal juga bisa menjadi peringatan dini penyakit. Pastikan memberi tahu dokter gigi ketika merasa sesuatu yang tidak biasa seperti pendarahan, gigi sensitif (sering ngilu), nyeri, perubahan warna, sakit atau benjolan, atau tanda dan gejala lain yang tidak normal.

Dokter akan memeriksa daerah tersebut untuk melihat tanda-tanda penyakit, dan memberi tahu jika perlu perawatan. Jangan sampai hal yang kecil dibiarkan saja dan menjadi bom waktu dikemudian hari.

Itulah satu lagi alasan mengapa pemeriksaan gigi rutin begitu penting untuk kesehatan mulut. Periksalah ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Demikianlah ulasan cara merawat gigi di rumah agar setiap orang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulutnya, serta mendapatkan bonus berupa senyuman yang tampak sehat dan indah. Selamat mencoba!

Nah itulah sedikit informasi terbaru dan terlengkap seputar 10 Cara Merawat Gigi Sehari-hari untuk Anak dan Dewasa yang dapat kami bagikan agar memperluas kasanah pengetahuan anda, semoga bermanfaat. Idecara.com merupakan laman yang membahas tentang ide-ide beserta cara dalam hal teknologi, fashion, kesehatan, makanan dan lain sebagainya. Silakan melihat katalog ide-ide juga cara-cara terbaru lainnya yang telah admin sediakan, atau anda dapat melihat sesuai kategori di bawah ini. Terima Kasih.

10 Cara Merawat Gigi Sehari-hari untuk Anak dan Dewasa | admin | 4.5